Wednesday, March 16, 2016

4 PERKARA YANG SUDAH DITENTUKAN OLEH ALLAH SWT.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits shahih yang berbunyi: Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. Katanya: Telah menceriterakan kepada kami Rasulullah saw ( orang yang selalu benar dan dibenar kan) :”sesungguhnya salah seorang dari kamu sekalian dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat pulah hari berupa air mani. Kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari. Lalu diutus seorang malaikat kepada janin tersebut dan ditiupkan ruh kepadanya dan malaikat tersebut diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yaitu: menulis rizkinya, batas umur-nya, pekerjaannya dan kecelakaan atau kebahagiaan hidupnya”. Hadits di atas ini adalah berita dari Allah swt. kepada seluruh manusia lewat Rasulullah saw yang menerangkan bahwa hakekat dari rizki, umur, pekerjaan dan kebahagiaan atau kecelakaan termasuk jodoh telah ditentukan oleh Allah SWT sebelum seseorang lahir ke dunia. Apapun yang telah Allah ketahui dan tetapkan pada setiap manusia maka tidak akan pernah berubah, dan hanya Allah lah yang mengetahui apa yang telah terjadi dan yang sedang terjadi maupun yang akan terjadi. Tetapi meskipun demikian bukan berarti kita hanya tinggal menunggu, malas-malasan dengan alasan sudah ditentukan. Karena hanya Allahlah yang tahu hakikatnya. Oleh karena itulah Allah dan Rasulnya menyuruh setiap orang untuk terus berikhtiar, berusaha serta melakukan pekerjaan yang dapat mengantarkan dirinya kepada cita-citanya, setiap orang muslim harus berpegangan kepada rahmat Allah yang sangat luas yang dengan rahmat tersebut Allah Maha Kuasa untuk mengabulkan dan menuruti keinginannya. Kemudian setelah orang muslim tersebut berusaha dan cita-citanya belum tercapai, baru dia ber-sandar kepada hakekat, agar jiwanya tidak stres

Hadits ini juga mengandung keterangan tentang takdir, sebuah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah swt bagi setiap manusia menyangkut 4 hal ; rezeki, batas umur (ajal), amal (baik dan buruk), serta nasib (mulia atau celaka). Perbedaan antara Qadha dan Qadar: Ada dua istilah yang popular dalam masalah taqdir ; yaitu Qadha’ dan qadar. Keduanya sama-sama dipahami sebagai ketentuan Allah atas makhluk. Namun keduanya dapat dibedakan. Qadha’ lebih khusus dari Qadar, karena qadha’ merupakan keputusan di antara taqdir

Sedangkan qadar adalah taqdir itu sendiri. Qadha’ adalah ketetapan atau keputusan dari taqdir. Para Ulama menerangkan perbedaan anatara kedua terminology di atas dengan membuat perumpamaan antara barang yang ditimbang dengan timbangan itu sendiri. Barang yang ditimbang disebut Qadar, sedang timbangan disebut qadha’. Abu ‘Ubaidah berkata kepada Umar ketika ia ingin lari dari wabah Tho’un di Suriah, “Apakah Anda ingin lari dari Qadha’ (ketetapan) Allah? Beliau menjawab : “Ya, saya lari dari Qadha’ Allah kepada Taqdir (qadar) Allah.” Maksudnya sebuah Qadar selama belum menjadi qadha’, masih ada harapan akan ditolak oleh Allah. Tetapi bilamana ia sudah menjadi qadha (keputusan) Allah, maka ia tidak dapat ditolak. Keempat masalah tadi sudah ditentukan oleh Allah Swt pada waktu seseorang ditiupkan ruh kepadanya di dalam rahim ibunya. Namun bagi manusia, semua hal itu adalah masalah ghaib yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali hanya Allah

Siapapun tidak mengetahui tentang ajalnya, kapan akan tiba. Yang mengetahuinya hanya Allah Swt. Begitu pula halnya dengan rezeki. Setiap orang sudah ditentukan (dituliskan) Allah rezekinya, apakah ia menjadi orang kaya, atau orang miskin, berapa pendapatannya. Seperti itu juga tentang amalnya, apakah amalnya di dunia ini baik atau buruk. Apakah ia akan menjadi manusia yang baik atau manusia penjahat. Dan juga telah dituliskan Allah apakah ia akan menjadi ahli syurga atau penghuni neraka. Secara ketentuan, memang demikian adanya. Tapi apakah manusia mengetahui ketentuan tentang dirinya? Pasti “tidak”.

Karena hal ini adalah masalah yang ghaib yang tidak diberitahu Allah siapapun kecuali orang yang Dia kehendaki. Oleh karenanya, jika ada seseorang yang mengklaim bahwa dirinya mengetahui tentang nasib seseorang, atau masa depan seseorang, dia sebenarnya dalam keadaan berbohong. Mungkin ada yang bertanya, apa gunanya manusia berusaha (berikhtiyar), dan bekerja jika rezekinya sudah ditentukan? Jawabnya, Allah swt yang menetapkan takdir itu, Dia juga yang memerintahkan manusia untuk berusaha. Jadi usaha (ikhtiyar) wajib dilakukan berdasarkan perintah syari’at, sementara hasil dari ikhtiyar itu sudah ditentukan oleh Allah swt. Mungkin saja ikhtiyar itu berhasil dan menjadi penyebab bagi kesuksesan seseorang. Tetapi bisa jadi ikhtiyar itu gagal dan belum berhasil. Hanya Allah lah yang mengetahuinya

Begitu juga dengan umur. Apabila seseorang sakit, maka ia wajib untuk berobat. Apakah pengobatan itu akan berhasil, sehingga si sakit itu menjadi sembuh, atau pengobatannya tak berhasil dan akhirnya ia meninggal, maka yang mengetahuinya hanya Allah Swt. Yang menentukan umur dan ajal itu adalah Allah dan Dia juga yang memerintahkan untuk berikhtiyar, berobat, jika seseorang mengalami sakit. Demikian pula dengan amal. Manusia wajib berikhtiyar dengan mengusahakan amal yang baik, menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah Swt dan meninggalkan apa yang dilarangNya, atau wajib berbuat thaoat kepada Allah dan RasulNya. Artinya wajib bagi seseorang menapaki jalan hidup yang benar sesuai perintah Allah. Ia tidak boleh mengatakan, bahwa ia berbuat jahat karena Allah swt telah menetukan demikian. Ini adalah anggapan keliru. Allah swt sudah menerangkan mana jalan yang baik dan mana jalan yang buruk, kemudian manusia diberi akal untuk bebas menetukan pilihan, apakah ia memilih jalan yang baik atau sebaliknya. Allah juga menerangkan konsekuensi dari pilihan itu, bahwa siapa yang memilih jalan yang baik, akan mendapatkan ganjaran yang baik. Dan siapa memilih jalan yang salah, akan menerima ganjaran (hukuman) yang berat. Yang dinilai oleh Allah di sini adalah pilihan manusia.

Ibarat dalam menempuh perjalanan ke Bandung dari Jakarta. Seseorang ingin bepergian menuju Bandung. Di tengah jalan, ia sudah membaca rambu-rambu atau penunjuk jalan menuju Bandung. Lalu apakah setelah itu, ia mengikuti petunjuk tadi atau menyalahi petunjuk dan memilih jalan sendiri dan akhirnya ia tersesat dan tidak sampai ke tujuannya? Barangsiapa yang memilih jalan yang salah, maka ia dihukum karena pilihannya yang salah itu. Bukan Allah Swt yang sejak awal menginginkan dirinya supaya salah atau tersesat. Allah Swt tidak menentukan (memaksakan) seseorang agar jadi pezina atau penjahat, akan tetapi, ia menjadi jahat atau baik karena pilihannya. Namun Allah mengetahui dari awal bagaimana perjalanan orang tersebut di kemudian hari. Kemudian suatu perbuatan baik, tidak akan terjadi kecuali atas seizing Allah dan petunjuk Nya. Demikian juga suatu perbuatan jahat, tidak akan terjadi kecuali izin Allah Swt. Maka ketika kebaikan terjadi, seorang hamba harus bersyukur kepada Allah, dan ketika keburukan terjadi, ia harus beristighfar kepadaNya. Jadi keimanan kepada taqdir adalah mutlak, namun manusia dalam hidup ini harus tunduk kepada ketentuan Syari’at, seperti kewajiban berikhtiyar. Dua jenis Perubahan; menjadi baik atau menjadi jahat: Ujung dari hadits ini membuat perasaan setiap Muslim ketakutan dan khawatir. Rasulullah memberikan rincian yang lebih detail mengenai nasib masa depan seseorang di akhirat, apakah ia sebagai penghuni Syurga atau neraka. Ada orang yang sudah ditakdirkan sebagai penghuni neraka, maka kehidupannya di dunia akan senantiasa mengarah pada perbuatan dan prilaku ahli neraka, kendatipun orang tersebut pada awalnya beramal sebagaimana amal ahli syurga, namun tulisan takdir sudah ditetapkan lebih dahulu.

Hidupnya belakangan berubah menjadi buruk. Ia berprilaku seperti prilaku ahli neraka, kemudian ia mati dalam keadaan seperti itu, tempatnya kelak akan di neraka. Secara ekstrim dicontohkan oleh Nabi Saw dalam hadits tersebut, bahwa ada orang yang sejak awal hidup dan beramal sebagaimana amal ahli syurga dan itu berlangsung terus menerus puluhan tahun hingga menjelang akhir hayatnya, ia berubah drastic (seratus delapan puluh derajat). Kata Nabi Saw : “Hingga jarak antara dia dengan syurga itu hanya sehasta saja”, menunjukkan saking dekatnya jarak tersebut. Andaikan ia meninggal dalam kesolehan seperti itu, ia akan masuk syurga. Namun ketentuan takdir sudah ditetapkan lebih dahulu, akhirnya iapun berubah dengan drastis (mendadak) dan kehidupannya sama seperti kehidupan ahli neraka, seperti kafir kepada Allah (murtad), mendustakan dan melecehkan ayat-ayat Allah (al-Qur’an), menghina Rasulullah, meragukan dan merendahkan syari’at Allah, bahkan ada yang sampai mengaku sebagai Nabi atau mendapat wahyu dari Jibril, meninggalkan shalat dengan sengaja, tidak berpuasa Ramadhan, dan perbuatan-perbuatan lain yang menjerumuskan manusia. Lalu ia mati dalam keadaan seperti ini, maka tempat yang menunggunya adalah neraka. Perubahan mendasar itu tak selamanya di akhir hayat, bisa saja di pertengahan masa hidup. Yang penting perubahan menjadi buruk itulah yang menjadi penutup hidupnya. Ungkapan yang disebutkan dalam hadits itu semata-mata memberikan contoh yang agak ekstrim. Bisa saja perubahan itu umpamanya setelah mengikuti pendidikan di Barat. Contohnya: Di zaman global ini model hidup yang disebutkan di dalam hadits itu sering kita jumpai. Ada orang-orang yang sejak kecilnya tumbuh dalam lingkungan Islam, bahkan belajar Islam di Lembaga-lembaga Pendidikan Islam, seperti Pesantren dan Madrasah. Pendidikan Tingginya pun, ia selesaikan di Institut/Universitas Islam. Kehidupan awalnya sangat mengagumkan, persis seperti kehidupan manusia yang sholeh, taat beribadah, tidak mengenal dunia maksiat, jauh dari kehidupan jahiliyah. Tetapi di pertengahan usianya hidupnya menjadi berubah. Perubahan itu sangat drastic. Seratus delapan puluh derajat. Tadinya sangat percaya kepada al-Qur’an, sekarang meragukan al-Qur’an bahkan mengritik al-Qur’an. Dulunya taat dalam beribadah, jauh dari maksiat, belakangan hampir tidak shalat, bahkan minum khamar, akrab dengan kehidupan seks bebas. Dulunya berpikir sangat Islami, cinta pada ulama, bahkan pembela Islam, tetapi belakangan pola pikirnya seperti orientalis Barat, meragukan Islam, melontarkan ungkapan-ungkapan yang tak pantas keluar dari seorang Muslim yang beriman, memuji-muji kaum kafir. Orang-orang seperti ini jika terus dalam kekufurannya dan mati dalam keadaan seperti itu, merekalah seperti yang dikatakan Nabi saw didalam hadits di atas, penghuni-penghuni Neraka, padahal sebelumnya amal perbuatannya adalah amal ahli syurga. Ada apa gerangan perubahan itu? Perubahan itu mungkin berawal dari kekagumannya kepada Barat. Kekaguman ini menimbulkan keinginan untuk menimba ilmu ke Barat, dengan menempuh program studi Post-Graduate hingga meraih gelar “doctor” di Barat. Sayangnya, mereka tak sekadar belajar, mengambil yang bermanfaat, bahkan melakukan “copy-paste” pemikiran Barat yang sekuler dan Liberal kemudian membawanya kembali ke tanah air.

Sungguh kalau kejadian ini disampaikan kepada masyarakat umum, niscaya mereka akan geleng-geleng kepala keheranan. Tak terbayangkan terjadinya perubahan itu, karena dasarnya yang sudah baik. Tetapi itu adalah fakta yang tak hanya menimpa satu dua orang di zaman ini, tetapi puluhan sarjana..Mereka sudah mengelompok dalam sebuah faham yang dikenal “Liberalisme”. Begitu juga sebagian orang yang pada masa kecilnya baik dan tumbuh dalam ketaatan, tetapi karena pergaulan atau hidup di lingkungan orang-orang fasik yang tidak peduli dosa dan maksiyat, akhirnya terikut dan terbawa arus. Ia hidup dalam suasana Jahiliyah, jauh dari sinar Islam, akrab dengan maksiyat, narkotika, khamar, seks bebas, uang haram dan lainnya.. Begitulah hidupnya berlangsung hingga akhir hayatnya. Mereka inilah yang dikatakan sebagai ahli neraka. Na’uzu billah. Namun Orang yg sudah menjadi baik dari awal, tidak seharusnya menjadi sombong, karena yang membolak-balikan hati adalah Allah Swt. Ia haruslah tetap berharap pada Allah, agar keadaannya yang baik, tidak berubah menjadi sebaliknya.

Agar Allah memberikan kemantapan Iman hingga akhir hayatnya. Perubahan Menjadi Baik: Hadits tersebut juga memberikan contoh perubahan lain yang positif yaitu berubah menjadi baik, dari keadaan sebelumnya buruk dan jahat. Perubahan yang disajikan juga perubahan yang relatif ekstrim. Umpamanya, seseorang yang pada awalnya hidup dalam kekafiran, kedurhakaan, kefasikan. Saking buruknya amal orang tersebut diibaratkan jarak anatara dia dengan neraka hanya sehasta saja. Jika ia mati dalam keadaan seperti itu, ia akan masuk neraka. Akan tetapi suratan takdir sudah lebih dulu dituliskan, bahwa orang itu akan menjadi ahli syurga, lalu iapun berubah, sekalipun perubahan itu hanya berlangsung sebentar menjelang kematiannya. Namun kematiannya tiba setelah ia menjadi baik dan bertaubat. Inilah yang sering dikenal dengan “husnul Khatimah” (akhir kehidupan yang baik). Dan yang menentukan posisi seseorang adalah penutup amalnya. (al-A’mal bi-Khawatimiha). Kalau penutup amalnya baik, ia akan masuk syurga, dan jika penutup amalnya buruk, ia akan masuk neraka.

Contohnya : Mungkin contoh yang lebih jelas untuk perubahan jenis ini ialah kehidupan muallaf dan orang-orang Muslim yang bertaubah dari keadaan masa lalunya yang penuh dengan dosa. Muallaf, orang yang pindah dari kekafiran menjadi Muslim atas berkah hidayah Allah ‘azza wajalla. Usia mereka ketika masuk Islam berbeda-beda. Ada yang masuk Islam dalam usia tua. Ada pula yang masuk Islam ketika remaja. Yang penting akhir dari hayat mereka ialah menemukan jalan hidup di bawah panji Islam dan beriman kepada Allah Swt. Kalau kita mendengar cerita-cerita kaum Muallaf (orang yang masuk Islam, sebelumnya dari kafir).hati kita ikut merasakan terharu dari pengalaman mereka. Beberapa waktu yang lalu di Los Angeles, Amerika Serikat, di televisi Amerika ditayangkan berita masuk Islamnya seorang perempuan kulit hitam AS, yang sebelum selama dua puluh dua tahun menjadi Biarawati. Masya Allah. Tabarakallah.

Sebuah perjalanan hidup yang tak singkat mencari hidayah. Dalam tayangan itu ditampilkan cuplikan dari masa lalunya, ketika ia berkhotbah di gereja dengan semangat, kemudian setelah itu ditayangkan pula, gambarnya setelah ia menjadi muslimah, bersujud dengan memakai mukena (telekung). Si Presenter bertanya kepadanya, apa yang membuat Anda masuk Islam? Ia jawab dengan polos : “:Jesus guides me to Islam”. (Nabi Isa menunjuki aku masuk Islam). Bisa Anda bayangkan separuh hidupnya telah berlalu dalam kekafiran, bahkan aktif dalam menyebarkan kekafiran. Tetapi belakangan ia mendapatkan Hidayah dari Allah Swt, ia masuk Islam dan beramal dengan amal ahli syurga. Mudah-mudahan ia meninggal nanti dalam keadaan seperti itu, maka ia akan masuk syurga.

Sempat juga penulis di sebuah Masjid di Sedena, pinggiran Los Angeles, California, berkenalan dengan seorang orang tua, kepalanya sudah dipenuhi uban, tampak wajah tua dari mukanya. Lalu ia mengenalkan diri, ia adalah seorang Professor Emeritus di Los Angeles Community college di bidang business. Ia mengakui masuk Islam dalam tujuh tahun terakhir. Hidupnya sekarang pindah dari masjid ke masjid, duduk lama berzikir setelah shalat..Ia sempat mengisahkan tentang hidupnya mencari Islam. Ia mendalami betul sejarah Kristen, dan pernah juga pindah-pindah keyakinan setelah tidak puas dengan keyakinan lamanya, akhirnya ia, katanya, membaca dan mengkaji al-Qur’an, dan di sanalah ia menemukan semua pertanyaan yang tadinya mengganjal di pikirannya, lalu ia memutuskan untuk masuk Islam. Sekali lagi dapat Anda bayangkan dua pertiga lebih hidupnya dalam keadaan kafir kepada Allah. Tidak mengikuti petunjuk Allah dan RasulNya. Tetapi belakangan, berkah hidayah Allah Swt yang menuntunnya, ia bersyahadat dan hidup sebagai seorang Muslim dan beramal dengan amal ahli syurga. Seperti inilah profile manusia yang diterangkan dalam Hadits Rasul itu.

Artis bertaubat : Waktu penulis belajar di Mesir dulu, tahun delapan puluhan, ada seorang artis “panas” bernama Syamsul Barudy. Dia dikenal sebagai artis cantik yang sering tampil dengan adegan panas. Tetapi belakangan hidayah Allah menghampirinya. Sekembalinya beliau dari ibadah umroh di bulan Ramadhan, dan kembali ke Mesir, perubahan mendasar terjadi pada dirinya. Ia kembali kepada fitrohnya. Ia membungkus badannya dengan jubbah dan mukanya dengan Niqob (cadar). Hingga wartawan yang ingin mewawancarainya, ia tolak, dengan alasan bukan mahram. Subhanallah. Perubahan drastis terjadi pada dirinya.

Alhamdulillah perubahan yang baik. Reaksi dunia perfilman Mesir pun serta merta menjadi geger. Bahkan kedengkian mereka padanya, film-filmnya dulu yang dilakoninya dengan busana dan adegan yang menjijikkan, mereka putar kembali di bioskop-bioskop sebagai bentuk terror atas dirinya. Begitulah permusuhan syetan kepada hamba-hamba Allah yang ingin kembali kepadaNya. Kalau dipilihkan kepada kita ? Yang terbaik adalah kehidupan yang baik sejak dari awal dan berlangsung terus hingga akhir hayat seseorang. Bila seseorang sudah ditakdirkan Allah jadi baik, jangan sekali-kali mencoba berubah jadi buruk dahulu, untuk berubah belakangan menjadi baik, karena yang menentukan hidup ini bukan kita. Salah paham terhadap Hadits ini Hadits ini tidak boleh disalah pahami. Tidak boleh seseorang berprasangka, bahwa tak ada gunanya berusaha jadi baik, toh kalau takdirnya masuk surga, keadaan akan berubah menjadi baik. Seolah-olah manusia hanya seperti robot. Tidak. Sungguh tidak begitu. Tujuan hadits ini bukan demikian,.karena tak seorangpun yang mengetahui takdir dirinya atau orang lain, kecuali hanya Allah.

Yang jelas Allah sudah menerangkan mana jalan yang baik dengan segala konsekuensinya dan mana jalan yang salah dengan segala resikonya. Manusia diberi kebebasan memilih dua jalan itu. Toh manusialah yang menentukan pilihannya.

Dampak dari Hadits ini: Dampak dari memahami Hadits ini secara benar ialah : jika seseorang merasa dirinya sudah berbuat baik sejak lama, ia harus berhati-hati dengan kemungkinan perubahan hidup yang bisa saja terjadi kapan saja. Karena yang membolak-balikkan hati adalah Allah Swt. Oleh karenanya ia harus berusaha sekuat tenaga menjaga kesolehan itu dan mengantisipasi agar tidak berubah. Caranya ialah dengan menjauhi hal-hal yang membuat manusia terjerumus ke dalam neraka, seperti menjaga pergaulan dan tidak mempergauli kecuali orang-orang yang baik saja. Begitu banyak orang celaka, yang awalnya bermula dari pergaulan yang buruk, salah memilih teman.

Begitu juga menghindari sedapat mungkin godaan-godaan dunia yang berpotensi menggelincirkan, seperti jabatan, harta dunia, kesenangan yang menipu. Bagi orang yang berprilaku buruk dan kufur, maka dengan mendengar hadits itu, menimbulkan harapan dalam dirinya, bahwa jika ia berubah menjadi baik, Allah itu Maha Pemaaf dan Pengampun, dan akan memasukkannya ke dalam syurga. Orang yang mau meninggal pun jika ia berubah menjadi baik, akan masuk syurga, apalagi orang yang masih lama masa hidupnya, jika ia menjadi baik, maka kemungkinan masuk syurganya akan lebih besar, Insya Allah.

- my journey@tph.

Tuesday, March 15, 2016

APA JAMINAN PENGGANTI NAJIB LEBIH BAIK?



Apa jaminan pengganti Najib akan menjadi Malaysia lebih baik? Inilah yang perlu difikirkan. Justeru, berhati-hatilah agar tidak terpedaya dengan perancangan licik ultra kiasu sama ada yang Islam atau tidak. Apakah kita sudah buta dengan matlamat menghalalkan cara ultra kiasu untuk mengaburi mata kita? 

Ultra kiasu sedar, raja atau rakyat Malaysia tidak akan menerima ultra kiasu Cina sebagai PM. Namun, mereka sudah bersedia dengan calon ultra kiasu Melayu. Malangnya, ultra kiasu Melayu masih tidak sedar mereka diperalatkan. Jika adapun yang sedar, kuasa itu lebih utama daripada yang lain meskipun terpaksa menjadi boneka.

Tahniah kepada Pas atas pendirian bijaksananya untuk tidak menjatuhkan pemimpin negara ini secara tidak demokratik seperti yang sedang diusahakan oleh musuh Islam.

Pas mengambil pendirian tidak bermusuhan dengan pemimpin (ahli) Umno, sebaliknya bermusuhan dengan parti Umno itu sendiri. Ini politik matang. Orang Umno masih Islam. Jangan layan Umno seperti orang kafir. Jika dengan sikafir kita boleh berpeluk dan bercium mulut, kenapa sesama Islam perlu bergaduh sehingga menghancurkan negara?

Sejak dahulu Pas konsisten. Pas bukanlah parti yang kemaruk kuasa. Agenda Pas adalah untuk menegakkan syiar dan undang-undang Islam, jika diizinkan Allah. Allahyarham Tuan Guru Nik Aziz pernah berkata Pas akan dibubarkan jika Umno laksanakan Islam. 

Pendirian ini sepatutnya menjadi Umno sedar. Janganlah lagi berseteru dengan Pas. Fikirkanlah hasrat untuk mengimarahkan bumi Allah ini dengan Islam. Islamlah kamu nescaya selamat.

Dalam situasi hari ini, jika Pas mengambil pendirian menyokong ultra kiasu. Terbaharu, kumpulan Tun Mahathir dan Umno yang lain, yang mahu menjatuhkan PM, sudah tentu kedudukan PM goyang. Tetapi Pas bertindak sebaliknya, meskipun ada peluang keemasan.  

Pas boleh memanipulasikan segala ruang dan peluang untuk menjatuh PM dalam keadaan kritikal ini. Tetapi Pas menunjukkan politik matang berhikmah. Tidak mustahil Pas boleh menggantikan Umno. Jika Umno masih tidak berubah. Bermegah 3 ‘ta’ iaitu takhta, wanita dan harta.

Cadangan berikut hendaklah diambil kira oleh pimpinan Umno. Pertama, jangan terlalu menyangka diri sendiri kuat. Mengeluarkan kenyataan bongkak. Mulakanlah dengan program tarbiyyah hati di kalangan pemimpin Umno dan ahli supaya lebih mengutamakan rakyat daripada perut. Kurangkan cakap, banyakkan kerja.

Kedua, realisasikan tage line 1Malaysia, rakyat didahulukan, pencapaian diutamakan. Rakyat mahu melihat apa yang telah didahulukan. Saya memuji tindakan MB Perak yang sanggup tidur bersama rakyat dalam masjid. Pemimpin Umno yang lain bagaimana? Pernahkah menjejak kaki ke masjid, jika susah sangat hendak tidur di sana.

Ketiga, segera laksanakan cara hidup Islam, jika masih merasakan undang-undang Islam tidak sesuai dalam masyarakat majmuk. Sekurang-kurangnya mulakan dengan mengamalkan cara hidup Islam untuk rakyat yang beragama Islam. Bagi bukan Islam yang tidak mahu, biarkan dia. Perkasakan maqasid syarieyah dan mahkamah syariah.

Keempat, Umno tidak perlu bertanding di kawasan yang telah dimenangi oleh Pas. Jika ultra kiasu mahu meletakkan calonnya melawan Pas sama ada daripada ultra kiasu atau Melayu, maka Umno perlu menarik diri daripada bertanding. Berikanlah undi tersebut kepada Pas, bagi mengekalkan kemenangan Pas. Jika Umno dan Pas tidak mungkin bersatu, perlu ada perkongsian strategik.
Kelima, sebaliknya juga Pas tidak perlulah bertanding di kawasan kubu kuat Umno. Biar ultra kiasu Melayu sahaja yang bergasak. Ahli Pas, pakat-pakat undi Umno, seperti yang ultra kiasu lakukan kepada partinya.

Keenam, biarkanlah PM Najib terus menerajui Malaysia hingga berakhir penggal. Ikutlah proses demokratik. Setiap pemimpin datang dan pergi. Ada kekuatan dan kelemahan masing-masing. Pemimpin terdahulu ada juga kelemahan, tetapi berjaya ditutup dengan kejayaan. Pastinya PM ada resepi kejayaan untuk memperbaiki kesilapan yang dilakukan.

Ketujuh, apakah kita tidak nampak sumbangan PM kepada dunia Islam? Mendamaikan umat Islam yang berkonflik di Timur Tengah. Begitu juga minoriti Islam di negara bukan Islam, seperti Selatan Filipina dan lain-lain. Kita adalah contoh terbaik kalangan negara Islam hari ini, terutama mempelopori ekonomi Islam. Apakah tidak mungkin pemimpin Arab memberikan bantuan kepada kita? Pemimpin Umno sebelum ini pun ada menerima derma daripada dunia Arab, bezanya cuma tidak dimasukkan ke dalam akaun peribadi.

Kelapan, kepada yang telah mengambil keputusan keluar daripada Umno, cukup dengan serangan yang telah dilakukan. Banyakkan saranan daripada tekanan. Jangan biarkan negara ini hancurkan disebabkan oleh satu kesilapan. PM sedang sedaya upaya untuk menyelesaikan kemelut ini.

Mungkin inilah pertimbangan Pas terhadap PM. Jika tidak, sudah tentu peluang ini digunakan untuk membenamkan Umno. Apa kepentingan pemimpin Pas pada usia senja sebegini? Fikirkanlah.

Kepada Umno bangunkan daripada kebongkakan. Bertaubatlah sebelum terlambat. Pemimpin Umno tidak akan dipandang mulia sekali mana mereka tidak kembali kepada ajaran Islam dan berakhlak dengannya. Masalah semakin berlarutan kerana kita jauh daripada tali Allah. 
By: Ridhuan Tee.

 

Sunday, March 13, 2016

147 KETUA UMNO BAHAGIAN HADIR SOLADIRITI NAJIB.


Seramai 147 orang Ketua-Ketua UMNO Bahagian dari seluruh negara hadir menyatakan sokongan padu kepada Presiden yang juga Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak di majlis khas.

Sokongan solidariti itu diadakan pada pertemuan khas ‘Deklarasi Ketua-Ketua UMNO Bahagian Seluruh Malaysia’ di Menara Dato Onn, Pusat Dagangan Dunia Putra (PWTC) petang Sabtu.

Deklarasi itu antaranya, membuat desakan agar kerajaan bertindak memecat mana-mana pemimpin UMNO yang bersekongkol dengan pihak-pihak pembangkang dipecat dari sebarang jawatan yang disandang dalam kerajaan atau mana-mana syarikat milik kerajaan (GLC).

Pertemuan yang bermula pada jam 4.45 petang itu berakhir sejam kemudian juga mengambil ketetapan mendesak kerajaan bertegas, menguatkuasakan segala peruntukan undang-undang, terhadap mana-mana pihak yang menggugat sistem pemerintahan negara.

Deklarasi itu dibacakan oleh veteran UMNO Datuk Wira Yusof Kassim yang juga Ketua Bahagian Batu Gajah, Datuk Mohd Yusof Kassim bagi mewakili solidariti Ketua-ketua UMNO Bahagian itu.

Mereka menyatakan sokongan penuh kepada Najib dan bertindak mengutuk tindakan mantan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamed bersekongkol dengan parti pembangkang..

Berikut adalah deklarasi penuh:

DEKLARASI KETUA-KETUA UMNO BAHAGIAN SELURUH MALAYSIA
Putra World Trade Centre (PWTC)
Sabtu, 12 Mac 2016 (5:00 PTG)

Kami Ketua-ketua UMNO Bahagian seluruh Malaysia hari ini, Sabtu 12 Mac  2016, mencapai satu ketetapan dan kesepakatan berhubung isu 'Deklarasi Rakyat' yang didalangi oleh Tun Dr Mahathir Bin Mohamed, yang dilakukan bersama dengan pemimpin DAP, PKR dan PAN pada Jumaat, 4 Mac 2016.

-------------------------------

Menginsafi bahawa Sistem Demokrasi Berparlimen Raja Berperlembagaan, keluhuran PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN  dan kemuliaan RUKUN NEGARA, wajib dipertahan oleh setiap warganegara, bagi menjamin keamanan, kesejahteraan dan keharmonian; MAKA kami Ketua-ketua UMNO Bahagian seluruh Malaysia bersepakat menyatakan DEKLARASI berikut;

1. KAMI Ketua-Ketua UMNO Bahagian mengambil ketetapan, bersatu berikrar memberikan sokongan padu dan tidak berbelah bagi kepada YAB Dato' Sri Mohd Najib Bin Tun Abdul Razak sebagai Presiden UMNO dan Pengerusi Barisan Nasional serta menyokong penuh dan mempertahankan YAB  Dato' Sri Mohd Najib Bin Tun Abdul Razak sebagai PERDANA MENTERI Malaysia, untuk terus memimpin negara.

2. KAMI Ketua-Ketua UMNO Bahagian juga bersepakat, MENGUTUK sekeras-kerasnya dan amat kesal dan kecewa dengan tindakan mantan Presiden UMNO, Tun Dr. Mahathir Bin Mohamed, yang sanggup bersekongkol dengan PEMBANGKANG (DAP, PKR dan PAN) serta mengepalai "Deklarasi Rakyat“, bersama Lim Kit Siang yang bertujuan untuk menjatuhkan YAB Dato' Sri Najib Bin Tun Abdul Razak, selaku PERDANA MENTERI  Malaysia, yang jelas bertentangan dengan amalan dan sistem demokrasi negara, tanpa mempedulikan kesan dan implikasi terhadap perbuatannya itu kepada negara dan rakyat.

KAMI mendesak Kerajaan bertindak tegas, menguatkuasakan segala peruntukan undang-undang, terhadap mana-mana pihak yang menggugat sistem pemerintahan negara.

3. KAMI Ketua-Ketua UMNO Bahagian MENDESAK Kerajaan dan Polis DiRaja Malaysia (PDRM), bertindak tegas dan menghalang segala "road show" dan Perhimpunan Haram, yang bakal dianjurkan oleh mana-mana pihak khususnya Pembangkang, bagi tujuan meracuni dan menghasut pemikiran rakyat,  berdemonstrasi di jalanan dan apa-apa usaha untuk menjatuhkan Perdana Menteri Malaysia secara TIDAK DEMOKRATIK.

4. KAMI Ketua-Ketua UMNO Bahagian bersetuju dan bersepakat mendesak Kerajaan agar menamatkan serta merta segala perjawatan yang dipegang oleh mana-mana pemimpin atau bekas pemimpin UMNO dan Barisan Nasional, di dalam Kerajaan atau GLC, yang secara jelas melanggar dan menghasut untuk mempersenda dan merosakkan  sistem pemerintahan DEMOKRASI BERPARLIMEN dan RAJA BERPERLEMBAGAAN, menggugat dan tidak menghormati PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN, memperlekeh KEDAULATAN  UNDANG-UNDANG dan tidak menghormati RUKUN NEGARA.

5. KAMI Ketua-Ketua UMNO Bahagian mengutuk dan mengecam sekeras-kerasnya  tindakan segelintir pemimpin UMNO yang masih memegang jawatan, khususnya YB Tan Sri Muhyiddin Bin Mohamad Yassin dan YB Dato' Seri Mukhriz Bin Tun Mahathir yang bersekongkol dan bersubahat  dengan agenda pembangkang untuk menjatuhkan Dato' Sri Mohd Najib Bin Tun Abd Razak daripada jawatan Perdana Menteri Malaysia yang dipilih secara demokrasi.
KAMI MENDESAK Majlis Tertinggi UMNO dan Lembaga Disiplin UMNO, mengambil TINDAKAN DISIPLIN yang tegas kepada ahli-ahli UMNO yang terlibat dengan "Deklarasi Rakyat" dan bersekongkol dengan pembangkang.

6. KAMI Ketua-Ketua UMNO Bahagian BERIKRAR dan BERJANJI akan berusaha keras memelihara kerukunan dan keharmonian rakyat pelbagai bangsa dan agama, memimpin rakyat Malaysia di kawasan masing-masing dan MENDOKONG dan MEMPERTAHANKAN sepenuhnya SISTEM DEMOKRASI BERPARLIMEN dan RAJA BERPERLEMBAGAAN, PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN dan RUKUN NEGARA.

- Agendadaily.


PENGHIANATAN MAHATHIR MENYEDARKAN UMNO ARAH PERJUANGAN SEBENAR.



TINDAKAN terdesak Dr Mahathir bersama pakatan pembangkang dalam “Deklarasi Mahathir” jelas merupakan pengkhianatan yang paling hina dalam sejarah politik tanahair. Perkara ini telah mengundang kecaman terhadap beliau sehingga menjatuhkan reputasi Mahathir sendiri.

Oleh itu, saya sebagai warganegara yang menyokong kepimpinan parti  pernah terfikir apakah satu hari nanti UMNO akan mengorbankan prinsip perjuangannya untuk  seiring dengan prinsip yang menjadi amalan parti pembangkang jika setiap ahli UMNO mengambil mudah jalan-jalan perjuangan parti terutama  yang memiliki jawatan dalam parti.

Mengorbankan prinsip itu adalah jangkaan  saya jika melihat kepada scenario politik yang sedang berlaku sekarang. Kebertanggungjawaban terhadap perjuangan yang diamanahkan untuk  membolehkan kita mengorak langkah-langkah jitu bersama semua kaum dalam negara ini.

Menjadi sebuah parti yang hebat dan kuat bukan sahaja dari sudut jati dirinya malah kekuatan itu juga dipercayai oleh semua  warganegara di Malaysia termasuk Sabah dan Sarawak. Dalam erti kata lain sebuah parti yang dipercayai untuk semua kaum termasuk Melayu, Iban dan Kadazan – selaras dengan visi penubuhan parti kita untuk menjadi sebuah parti rakyat Malaysia untuk rakyat dan dari rakyat

Secara dasarnya  kepada semua ahli UMNO mari kita renung sejenak kemanakah hala tuju perjuangan kita jika kita melihat sikap sebilangan daripada pemimpin semua peringkat yang pada kebanyakan  melepaskan amanah dalam mepertahankan parti dari serangan  yang semakin hari semakin mencabar.

Pernah atau kita  terfikir untuk menjadi Ahli Parlimen atau Ahli Dewan Undangan Negeri (Adun), malah menjadi sebahagian daripada pengubal dasar dasar kerajaan yang diterajui oleh UMNO.

Setelah lebih dari setengah abad penubuhannya adakah kita masih memikirkan zon yang cukup selesa sepanjang masa , tanpa memikirkan satu hari nanti UMNO akan tumbang disebabkan sikap kita pada hari ini.

Apakah tidak terfikir oleh akal yang waras untuk sedetik saat untuk kita memikirkan, kemanakah hala tuju kita  bermula hari ini? Adakah segala yang kita perjuangkan itu hanya untuk diri kita sahaja tanpa kita memikirkan kepentingan perjuangan parti yang banyak mengorbankan jasa  pemimpin terdahulu untuk menjadikannya ampuh  dalam perjuangan asalnya.

Kita bermula sebagai sebuah parti untuk mewakili dan memperjuangkan nasib orang Melayu dengan perit jerihnya perjuangan.. Tidak pernah terlintas bahawa parti  yang dimiliki oleh oarang Melayu ini akan membentuk kerajaan yang disepadukan bersama MIC dan MCA dan dibentuk menjadi sebuah parti  yang dinakan kapal layar dan barisan nasional yang menggunakan lambang dacing.

Sudah tentu pada awal penglibatan kita  hanya menumpukan terhadap usaha dalam Semenanjung Malaysia, namun kemudiannya, kita telah membentuk kerajaan dan mengabungkan  operasi bersama Sabah dan Sarawak.

Sebagai sebuah parti pelbagai kaum yang sejati, dalam  semua pilihanraya dan kemenangan yang dikecapi adalah atas dasar kepercayaan rakyat terhadap gabungan parti ini. Apakah kepercayaan itu masih kekal utuh dihati rakyat yang mana melihat setiap gerak geri  tingkah laku pemimpin yang ada.

Sedikit demi sedikit terhakisnya apabila pemimpin mula melupakan tanggung  jawab yang diamanahkan kepada mereka untuk rakyat.Rakyat mula  mencebek muncung apabila memperkatakan tentang UMNO.

Salah siapakh ini jika UMNO yang satu ketika dahulu sebuah parti yang terkuat kini menjadi cebekan muncung rakyat.

Sedar atau tidak bahawa semua ini sedang berlaku dihadapan mata kita. Kemanakah arah penjuangan yang satu ketika dahulu cukup  ampuh dan sukar ditewaskan. Pernah atau tidak kita sekarang memikirkan satu jalan keluar untuk bersama sama rakyat yang mula menjauhkan diri apabila didekati.

Jika dahulu kemenangan yang amat  mudah memandangkan kita  mendapat kepercayaan dari keseluruhan  nadi rakyat. Tetapi sekarang kita sedang diperhatikan dan sedang serta sering diburuk-burukkan, UMNO kini diserang dari kepelbagaian sudut tapi ia salah satu masalah yang perlu kita hadapi.

Dalam suasana politik Malaysia yang didominasi dengan politik berdasarkan kaum, diikuti politik dan agama, dan politik kelas ketiga, dan itu salah satu sebab mengapa Barisan Nasional yang dahulunya perikatan berjaya melakukan impak besar dalam politik di Malaysia, walaupun hakikatnya ia kelihatannya ditolak oleh kebanyakan pihak gari pelbagai golongan walaupun ianya dipimpin oleh golongan intelektual Melayu.

Berbagai persoalan yang timbul sekarang dipemikiran banyak pejuang yang betul-betul ikhlas. Adakah kita berpuas hati dengan pencapaian kita kini? Atau adakah kita berada didalam landasan politik sekarang hanya untuk diri kita dan bukan kerana perjuangan dan membiarkan UMNO / Barisan Nasional hancur dan akhirnya membiarkan Melayu bawahan terkapai kapai memperjuangkannya sendirian.

Kini, kita di ambang yang sangat kritikal. Adakah kita berpuas hati dengan pencapaian kita kini? Tidak dinafikan dalam keadaan tertentu, kita sudah pun menjadi sebuah parti yang mantap kerana kita parti terbesar berdasarkan jumlah kerusi. Kita adalah parti pilihan di kawasan maju dan pendalaman serta perkampungan , sama ada di Semenanjung mahupun Sabah dan Sarawak.

Tetapi apakah itu yang kita harapkan selama ini, atas perjuangan yang dilaungkan saban tahun atau kita rela melihat satu persatu sokongan  beralih arah disebabkan kealpaan kita mengambil berat isu isu yang menjahanamkan  kredibiliti pemimpin.

Bukan itu sahaja, adakah dengan keadaan sekarang kita amat berpuas hati? Adakah ini misi utama perjuangan kita? Setidaknya kita mesti memikirkan satu kaedah bagaimana untuk menjadikan seluruh rakyat Malaysia bersikap lebih tolerasi dalam pelbagai perkara.

Cara ini akan menjamin  sokongan dan adalah menjadi tugasan pemimpin kita melihat cara untuk mengimbangi isu yang menjejaskan kredibiliti dan UMNO dibuat dengan tindakan. Tindakan adalah cara untuk menunjukkan keseperpaduan kekuatan yang ada didalam UMNO.

Kita untuk Malaysia, dan untuk seluruh rakyat Malaysia. Dan oleh itu kita harus berupaya mendekati, mengembeling sokongan bukan sahaja daripada kaum Cina dan India, malah kaum Melayu, Iban dan Kadazan; itu adalah tanggungjawab kita, tugas kita. Jika tidak untuk apa kita berada dalam UMNO/BN? Untuk menjadi jaguh kaum orang Melayu sahaja?

Dan bagaimana kita harus mengorak langkah seterusnya? Kita harus mendepani realiti. Suka atau tidak, kita ada limitasi dalam bagaimana kita harus berfungsi, bagaimana kita harus beroperasi. Tetapi sudah tentu bukan dari segi ideologi serta kepercayaan kita. Keyakinan terhadap sosial demokrasi adalah untuk semua rakyat Malaysia. Kita ada ideologi yang tepat.

PRU14.tv

Wednesday, March 9, 2016

PENGERTIAN QADA' DAN QADAR.

A. Pengertian Qadha dan Qadar.

Menurut bahasa qadha memiliki beberapa arti yaitu hukum, ketetapan, perintah, kehendak, pemberitahuan, dan penciptaan. Sedangkan menurut istilah, qadha adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT dari sejak zaman azali tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya sesuai dengan iradah (kehendak-Nya), meliputi baik dan buruk, hidup dan mati, dan seterusnya. 
Menurut bahasa, qadar berarti kepastian, peraturan, dan ukuran. Sedangkan menurut istilah, qadar adalah perwujudan ketetapan (qadha) terhadap segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya yang telah ada sejak zaman azali sesuai dengan iradah-Nya. Qadar disebut juga dengan takdir Allah SWT yang berlaku bagi semua makhluk hidup, baik yang telah, sedang, maupun akan terjadi.

B. Pengertian Iman Kepada Qada dan Qadar.

Beriman kepada qada dan qadar adalah menyakini dengan sepenuh hati adanya ketentuan Allah SWT yang berlaku bagi semua mahluk hidup. Semua itu menjadi bukti kebesaran dan kekuasan Allah SWT. Jadi, segala sesuatu yang terjadi di alam fana ini telah ditetapkan oleh Allah SWT.

C. Dalil – Dalil Tentang Beriman Kepada Qadha dan Qadar.

a. Q.S Ar-Ra’d ayat 11 :
Artinya : Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

b. Q.S Al-A’laa ayat 3 :
Artinya :"Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.”

D. Takdir.

Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempatnya maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi tentu ada takdirnya, termasuk manusia.
Umat Islam memahami takdir sebagai bagian dari tanda kekuasaan Tuhan yang harus diimani sebagaimana dikenal dalam Rukun Iman. Penjelasan tentang takdir hanya dapat dipelajari dari informasi Tuhan, yaitu informasi Allah melalui Al Quran dan Al Hadits. Secara keilmuan umat Islam dengan sederhana telah mengartikan takdir sebagai segala sesuatu yang sudah terjadi.

E. Takdir Mua’llaq dan Takdir Mubram.

a. Takdir mua’llaq 
Yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contohnya seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian.

b. Takdir mubram
Yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat di tawar-tawar lagi oleh manusia. Contoh. Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit , atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih dan sebagainya.

F. Ikhtiar.

Ikhtiar adalah usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depannya agar tujuan hidupnya selamat sejahtera dunia dan akhirat terpenuhi. Ikhtiar juga dilakukan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Akan tetapi, usaha kita gagal, hendaknya kita tidak berputus asa. Kita sebaiknya mencoba lagi dengan lebih keras dan tidak berputus asa. Kegagalan dalam suatu usaha, antara lain disebabkan keterbatasan dan kekurangan yang terdapat dalam diri manusia itu sendiri. Apabila gagal dalam suatu usaha, setiap muslim dianjurkan untuk bersabar karena orang yang sabar tidak akan gelisah dan berkeluh kesah atau berputus asa. Agar ikhtiar atau usaha kita dapat berhasil dan sukses, hendaknya melandasi usaha tersebut dengan niat ikhlas untuk mendapat ridha Allah, berdoa dengan senantiasa mengikuti perintah Allah yang diiringi dengan perbuatan baik, bidang usaha yang akan dilakukann harus dikuasai dengan mengadakan penelitian atau riset, selalu berhati-hati mencari teman (mitra) yang mendukung usaha tersebut, serta memunculkan perbaikan-perbaikan dalam manajemen yang professional.

G. Hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar.

Iman kepada qadha dan qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan tentang segala sesuatu bagi makhluknya. Berkaitan dengan qadha dan qadar, Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut yang artinya :
”Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaekat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupnya) sengsara atau bahagia.” (HR.Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud).
Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa nasib manusia telah ditentukan Allah sejak sebelum ia dilahirkan. Walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti bahwa manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa berusaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha, sebab keberhasilan tidak datang dengan sendirinya.
Janganlah sekali-kali menjadikan takdir itu sebagai alasan untuk malas berusaha dan berbuat kejahatan. Mengenai adanya kewajiban berikhtiar , ditegaskan dalam sebuah kisah. Pada zaman nabi Muhammad SAW pernah terjadi bahwa seorang Arab Badui datang menghadap nabi. Orang itu datang dengan menunggang kuda. Setelah sampai, ia turun dari kudanya dan langsung menghadap nabi, tanpa terlebih dahulu mengikat kudanya. Nabi menegur orang itu, ”Kenapa kuda itu tidak engkau ikat?.” Orang Arab Badui itu menjawab, ”Biarlah, saya bertawakkal kepada Allah”. Nabi pun bersabda, ”Ikatlah kudamu, setelah itu bertawakkalah kepada Allah”.
Dari kisah tersebut jelaslah bahwa walaupun Allah telah menentukan segala sesuatu, namun manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar. Kita tidak mengetahui apa-apa yang akan terjadi pada diri kita, oleh sebab itu kita harus berikhtiar. Jika ingin pandai, hendaklah belajar dengan tekun. Jika ingin kaya, bekerjalah dengan rajin setelah itu berdo’a. Dengan berdo’a kita kembalikan segala urusan kepada Allah kita kepada Allah SWT. Dengan demikian apapun yang terjadi kita dapat menerimanya dengan ridha dan ikhlas.

H. Sunnatullah.

Menurut bahasa sunnatullah berasal dari kata sunnah yang bersinonim dengan tariqah yang berarti jalan yang dilalui atau sirah yang berarti jalan hidup. Kemudian, kata tersebut digabung dengan lafal Allah sehingga menjadi kata sunatullah yang berarti ketentuan-ketentuan atau hukum Allah swt. yang berlaku atas segenap alam dan berjalan secara tetap dan teratur.
Sunnatullah terdiri dari dua macam, yaitu:

1. Sunnatullah qauliyah adalah sunnatullah yang berupa wahyu yang tertulis dalam bentuk lembaran atau dibukukan, yaitu Al-Qur’an.
2. Sunnatullah kauniyyah adalah sunnatullah yang tidak tertulis dan berupa kejadian atau fenomena alam. Contohnya, matahari terbit di ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat.
Kedua sunatullah tersebut memiliki persamaan, yaitu:
1. Kedua-duanya berasal dari Allah swt.
2. Kedua-duanya dijamin kemutlakannya.
3. Kedua-duanya tidak dapat diubah atau diganti dengan hukum lainnya.

Contohnya adalah hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa barang siapa yang beriman dan beramal saleh, pasti akan mendapat balasan pahala dari Allah swt. Selain memiliki persamaan, keduanya juga mempunyai perbedaan. Sunatullah yang ada di alam, dapat diukur. Lain halnya dengan sunnatullah yang ada dalam AL-Qur’an. Walaupun hal itu pasti terjadi, tetapi tidak diketahui secara pasti bila waktunya.

I. Tawakal
Tawakal atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Dalam agama Islam, tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan.
Imam al-Ghazali merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut, "Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepada-Nya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram.
Berdasarkan al-Qur’an Surah at-Talaq ayat 3, Allah swt. akan mencukupkan segala keperluan orang-orang yang bertawakal dan bila dijabarkan orang yang bertawakal akan :

1. Mendapatkan limpahan sifat ‘aziz atau kehormatan dan kemuliaan.
2. Memiliki keberanian dalam menghadapi musibah atau maut.
3. Menghilangkan keluh kesah dan gelisah, serta mendapatkan ketenangan, ketentraman, dan kegembiraan.
4. Mensyukuri karunia Allah swt. serta memiliki kesabaran apabila belum memperolehnya.
5. Memiliki kepercayaan diri dan keberanian dalam menghadapi setiap persoalan.
6. Mendapatkan pertolongan, perlindungan, serta rezeki yang cukup dari Allah swt.
7. Mendapatkan kepercayaan dari orang banyak karena budi pekertinya yang terpuji dan hidupnya yang bermanfaat bagi orang lain.

J. Hikmah Beriman kepada Qada dan qadar.

Dengan beriman kepada qadha dan qadar, banyak hikmah yang amat berharga bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hikmah tersebut antara lain:

a. Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian.
Firman Allah dalam QS. An-Nahl ayat 53 yang artinya : 
“dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan. ”

b. Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
Orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar, apabila memperoleh keberhasilan, ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun merasa dirinya hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah dan berputus asa , karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah.
Firman Allah SWT dalam QS.Yusuf ayat 87 yang artinya : 
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. 

c. Memupuk sifat optimis dan giat bekerja 
Manusia tidak mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan bernasib baik dan beruntung. Keberuntungan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus diusahakan. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu. 
Firaman Allah dalam QS Al- Qashas ayat 77 yang artinya : 
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

d. Menenangkan jiwa
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senangtiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi.
Firaman Allah dalam QS. Al-Fajr ayat 27-30 yang artinya :
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam surga-Ku.

sumber : http://leniblogs.blogspot.com/

Sunday, March 6, 2016

DIMANA NILAI SEORANG NEGARAWAN?

Tindakan bekas Perdana Menteri, Tun Dr. Mahathir Mohamad mahu menjatuhkan Datuk Seri Najib Tun Razak dalam sidang akhbar ‘Selamatkan Malaysia’ semalam tidak mencerminkan sifat-sifat beliau sebagai seorang negarawan yang dihormati.


Naib Presiden UMNO, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein berkata, Dr. Mahathir juga seperti lupa bahawa beliau telah bersekongkol dengan pemimpin-pemimpin pembangkang yang selama ini bermati-matian cuba menjatuhkan kerajaan, malah menggelar beliau sebagai ‘Firaun’.


Katanya, kesanggupan Dr. Mahathir dan beberapa pemimpin UMNO melakukan perkara tersebut turut menunjukkan mereka tidak lagi menghormati sistem demokrasi, cintakan perpaduan dan tidak mementingkan kesejahteraan rakyat.


“Saya tidak faham bagaimana Dr. Mahathir serta beberapa pemimpin UMNO ini boleh duduk semeja dengan pemimpin PKR, Pas, DAP, PAN serta pertubuhan-pertubuhan bukan kerajaan (NGO) lain semata-mata untuk menumbangkan Perdana Menteri.


“Lupakah mereka bahawa NGO-NGO inilah yang bermati-matian mahu menjatuhkan kerajaan sebelum ini melalui beberapa siri demonstrasi jalanan. Lupakah mereka bahawa pemimpin-pemimpin pembangkang ini satu ketika dulu yang menggelar Dr. Mahathir sebagai Firaun?” soal beliau.


Semalam, Dr. Mahathir mengambil langkah janggal apabila beliau sanggup duduk semeja dengan musuh-musuh politiknya semata-mata mahu merealisasikan hasratnya menjatuhkan Perdana Menteri.


Sidang akhbar berkenaan turut dihadiri beberapa tokoh pemimpin seperti bekas Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin dan bekas Menteri Besar Kedah, Datuk Seri Mukhriz Tun Mahathir.


Hishammuddin berkata, kehadiran pemimpin-pemimpin itu seolah-olah cuba mengambil alih peranan pembangkang yang selama ini melangkaui amalan demokrasi untuk menjatuhkan kerajaan.


“Di saat kita sedang bertungkus-lumus memastikan ekonomi dan keselamatan awam dijamin demi kesejahteraan rakyat, Dr. Mahathir, beberapa pemimpin UMNO dan pihak pembangkang terlalu rakus dengan agenda menjatuhkan Perdana Menteri,’’ tegasnya.

- Utusan Online.

Saturday, March 5, 2016

AGENDA NEW WORLD OEDER - RAKYAT MALAYSIA SEDANG BERHADAPAN DENGAN PEJUANG "THE GREATER ISRAEL".

aaa

Mereka mengelarkannya sebagai Pertembungan Peradaban, tetapi sebenarnya lebih tertumpu kepada”clash of religion” (pertembungan agama).  Benarkah semua ini? Ini merupakan persoalan yang cukup sensitive untuk diperkatakan.(cr)

Akan tetapi mungkin ianya dapat dibuktikan  dengan berdasarkan kejadian kejadian  yang sedang, telah dan mungkin akan berlaku dinegara kita.

Apa yang kita risaukan ialah bagaimana pengaruh  pertembungan ini menular didalam masyarakat majmuk yang mana mengamalkan budaya ketimuran serta anutan agama  masing masing tanpa ada apa juga  desakan dan paksaan dari mana mana agenda untuk memperbaharuinya.

Mari kita imbas kebelakang semula kenapa semua ini berlaku, Old Testament ialah  dikatakan satu perjanjian diantara tuhan yahudi Israel yang mana  mengatakan bahawa Tuhan  telah berjanji memberikan tanah kepada Israel yahudi.

Jadi, tiada cara lain  untuk menjadikannya kenyataan ialah dengan membunuh umat Islam agar  “janji” tuhan mereka memberikan tanah akan terhasil. Jadi apakah tindakan ini mempunyai persamaannya di Malaysia? Jawapan yang paling tepat boleh dikatakan ialah  adalah benar dan ini sedang berlaku di Malaysia.

The Greater Israel  adalah agenda untuk menubuhkan sebuah negara isreal yang sah , namun kemungkinan cita cita ini tidak akan tercapai secara keseluruhannya bila  mana kawasan kawasan yang “dijanjikan” oleh tuahan mereka ini meliputi seluruh kawasan yang di duduki oleh  orang  Islam. (cr)

The greater Israel sebenarnya telah dimenterai pada beberapa persefahaman yang dilakukan oleh  yahudi untuk mendapat sokongan dari pemimpin dan masyarakat dunia. Perjanjian Camp David  pada dasarnya agak memberangsangkan perjalanannya , namun ianya dikatakan gagal  untuk mencapai matlamat dalam isu The Greater Israel.

Selepas itu terjadinya  satu lagi persefahaman yang dinamakan “The Annapolis Summit” yang mana telah dibuat pada 27 Novenber 2007 dimana  persetujuan untuk mengiktiraf negara Israel yang sah dilakukan.

Didalam hal ini. Mantan Timbalan Perdana Menteri Malaysia iaitu Anwar Ibrahim telah menurunkan tandatangannya bersetuju dengan pembentukan negara Israel yang sah dengan menberikan kuasa wilayah  dan mengiktiraf  Masjidil Al Aqsa berada dibawah penguasaan Israel.

Lima syarat utama perjanjian kesefahaman tersebut telah dipersetujui dan menjadikan Israel adalah berkuasa mutlak terhadap  tanah Palestinn secara keseluruhannya, dan ianya dapat dilihat pada ayat “kuasa terhadap wilayah” yang diberikan kepada Israel.

Seramai 80 orang dari pelbagai negara yang berpaksikan Israel dan yahudi telah bersama sama bersetuju mengiktiraf Israel sebgai sekutu mereka.

Pada hari ini Yahudi dan Nasrani telah berkumpul di Amerika menjadi kuasa besar dan telah berusaha menakluk negara-negara Islam, termasuk Afghanistan, Iraq, Palestin dan Iran. Mereka secara terancangnya telah meletakkan segala kepentingan melalui proksi mereka diserata  negara di dunia ini untuk memudahkan penyebaran  fahaman  dan perkara yang paling penting sekali ialah menumbangkan negara negara islam. Ini adalah matlamat mereka.

Di Malaysia, dua parti politik telah dipertanggungjawabkan untuk melaksanakan agenda tersebut.  Masihkah kita ingat bahawa  satu ketika dahulu  beliau pernah mengistiharkan bahawa kalimah Allah  itu bukan milik mutlak umat islam akan tetapi ianya boleh dikongsikan dengan agama lain termasuk kristian.

Isu ini telah menjadi hangat dengan tentangan umat Islam di Malaysia sehingga ianya  terpaksa dibawa ke mahkamah untuk mendapatkan jalan peyelesaiannya.Bukan itu sahaja , malah banyak lagi isu isu yang berkaitan dengan agama  telah dijadikan topic perbincangan sehingga ianya mengugat kesucian agama islam.

Dalam konteks negara Islam, kedua-dua badan politik itu kononnya berfungsi untuk menyemai ‘benih demokrasi’. Tetapi pernahkah kita terfikir apakah jenis demokrasi yang dibawa oleh PKR dan DAP sehingga terpacul daru mulut mereka untuk menghalalkan murtad yang diucapkan oleh anak perempuan Anwar yang bernama Nurul Izzah.

Didalam hal berkaitan dengan agama  benih demokrasi diserapkan dengan memberikan pengiktirafan  kepada  keseluruh mana mana agama  dalam erti kata yang lain iaitu kesamarataan beragama atau dengan lebih  jelas lagi fahaman Pluralisme . Masihkah kita mahu menyokong gerakan ini?

Sekarang kita berhadapan dengan banyak ancaman yang memudaratkan negrara, ianya wujud bukan sahaja dari sudut politik malahan ianya wujud dalam bentuk konspirasi, serangan keselamatan negara, ISIS dan semuanya seakan sedang menguji ketahanan  umat Islam dalam negara ini.

Wall Street Journal sendiri sebagai lidah New Word Order sedang memainkan peranannya dalam isu fitnah yang dilemparkan kepada negara. Ianya pula disokong oleh sebilangan  warganegara untuk mengulingkan kerajaan.

Sejarah telah membuktikan bahawa WSJ telah berjaya menumbangkan banyak negara Telok dengan mencipta isu yang tidak wujud dan mengulaginya sehingga ianya seakan benar. Ini berlaku jika kita melihat dengan tuduhan  keatas Iraq dikatakan memiliki WMD. Setelah hancurnya Iraq , demokrasi yang dijanjikan barat kini hanya janji.

Tidak cukup dengan itu, kaum kristian di Pulau Pinang dengan bantuan Lim Guan Eng telah membuat teguran dan mengarahkan agar bunyi azan hendaklah di perlahankan di waktu subuh agar ianya tidak menganggu  bukan islam yang sedang nyenak tidur. Isu bible berbahasa melayu juga telah menjadi satu isu yang memperlihatkan pertembungan diantara kedua dua fahaman ini. Apakah masih tidak Nampak lagi perancangan perancangan yang sedang dilakukan di Malaysia.

Banyak lagi kejadian kejadian yang sedang berlaku secara senyap dan nyata, akan tetapi apakh kejadian yang berlaku ini terus membutakan mata umat islam yang terus menyokong agenda tersembunyi ini tanpa memikirkan nasib Agama Islam yang mahu mereka runtuhkan sendiri.

Justeru itu, tidak hairanlah dalam beberapa uncapan Anwar sentiasa melindungi kepentingan keselamatan Israel  diman satu ketika dahulu amat hangat diperbincangkan. Disini menunjukkan kaitan nyata PKR mempunyai hubungan intim,

Begitu juga dengan DAP dimana satu pendedahan yang dibuat oleh Mohamad Razali dengan mengatakan bahawa sumbangan dana sebanyak RM1.2billion telah disalurkan oleh Israel untuk pembiyaan PRU13.

Sehingga kini tiada penafian dilakukan oleh  DAP dan PKR melalui tindakan tuduhan berkaitan hubungan dengan Israel. Dalam isu ini  yang mendedahkan kegiatan Anwar ini, The Washington Note yang mana editornya Steve Clemons secara jelas telah mendedahkan penglibatan Anwar dalam mengiktiraf Israel sebagai negara yang sah.

Umat Islam  di Malaysia, jangan terlalu asyik melakukan penafian hanya kerana sokongan politikm akan tetapi melihat kejadian itu dan mengkajinya  adalah lebih baik untuk menyelamatkan negara ini dari cengkaman  yahudi yang sememangnya sejak dahulu ingin menjajah negara Islam Malaysia.

RMF7.

WHY SHOULD ANYONE TRUST MAHATHIR?

mahathirumno

It is telling that Malaysia’s most prominent political enemies avoided many of the hard questions as they tried to convince a sceptical public that their alliance to remove Datuk Seri Najib Razak was real.

Yet the answers to these hard questions will determine whether the alliance will work and whether in the end, Najib is removed only to make way for another dictator, albeit one acceptable to Tun Dr Mahathir Mohamad, the prime mover of this pact.

Can they trust each other? Can the mistakes of the past, which allowed a dictatorship to emerge, be acknowledged and forgiven?

Can the man who ruined Malaysia’s institutions guarantee that he will repair them if and once Najib is removed?

Will that same man release former opposition leader Datuk Seri Anwar Ibrahim – a key demand of the allies who recently signed up to Dr Mahathir’s “Citizens’ Declaration?”

These questions hurled at Dr Mahathir and the alliance of certain Umno, PAS, PKR, DAP and civil society figures were deflected at the movement’s first press conference yesterday.

DAP parliamentary leader Lim Kit Siang, who was imprisoned under Dr Mahathir’s time in the late 1980s in a sweep of opposition politicians and activists, did not respond directly to the query whether he trusted the former prime minister over his promise to repair the institutional damage which occurred during his time.

Electoral reformer Maria Chin Abdullah refused to say whether she could forgive Dr Mahathir for his past mistakes.

“There were some mistakes in the past and we have to correct these mistakes. We have to set aside our differences for a larger purpose,” was her response.

Neither did Dr Mahathir commit to releasing former deputy prime minister Anwar, whom he sacked and jailed in 1998.

To this day, Dr Mahathir has refused to admit that the policies of his administration bred authoritarianism.

But making sure Dr Mahathir does not renege on his pledges for institutional change was important to those willing to work with him, said political scientist Dr Wong Chin Huat of the Penang Institute.

Otherwise, Najib would only be replaced for the sake of removing him, said Wong, but there would be no guarantee that his replacement would be any better.

One of the signatories to the declaration, who wished to remain anonymous, admitted that there was no guarantee this would happen.

It is perhaps because of this Pakatan Harapan has instituted a “safety mechanism” to ensure that the opposition does not get burned if and when Najib is removed.

“All Pakatan leaders are beholden to the presidential council and if it finds that this arrangement is straying from its promises of reform, the council will pull everyone back,” said PKR secretary-general Rafizi Ramli.

Pakatan politicians who signed on to the declaration did so in their personal capacity, said Rafizi, but they would still have to follow the council’s decision.

“This safety valve will ensure we are not taken for a ride,” said Rafizi, who signed the declaration.

But analysts and observers are unsure if Dr Mahathir’s movement has the best chance at succeeding where other similar ones had failed in the past.

“This development signifies a major shift in Malaysian politics,” said Wan Saiful Wan Jan of the Institute for Democracy and Economic Affairs (IDEAS).

“Those in power should seriously consider the demands and Najib, in particular, must not ignore the declaration,” said Wan Saiful.

This is because although the majority of those who signed the declaration were opposition figures, prominent Umno members were also signatories, such as suspended party deputy president Tan Sri Muhyiddin Yassin, who is still Pagoh Umno division chief, vice-president Datuk Seri Mohd Shafie Apdal, former finance minister Tun Daim Zainuddin, former Kedah menteris besar Tan Sri Sanusi Junid and Datuk Mukhriz Mahathir, former Terengganu menteri besar Datuk Seri Ahmad Said, Gua Musang MP Tengku Razaleigh Hamzah and Coalition of Branch Chiefs Malaysia (GKCM) chief Kamarul Azman Habibur Rahman.

Rafizi said successful past movements which ousted regimes in Indonesia and the Philippines worked because they included dissident members of regime and the opposition.

Yet other observers also said if there was no trust from the beginning between those involved, then how could they work together and succeed?

“Personally, I would not link up with Dr Mahathir,” said political scientist Dr James Chin.

“For the simple reason is that the mess Malaysia is in now is caused by him. If we do not acknowledge the past, we will make the same mistakes.”

- Malaysia Today.

 

SOKONG DAP - TIADA LAGI JALAN PULANG UNTUK BANGSA MELAYU DISEBUAH NEGARA BERNAMA TANAH MELAYU.

KEBELAKANGAN ini, Malaysia seolah-olah berada dizaman kuku besi dan komunis apabila semakin ramai pemimpin pembangkang dikalangan DAP mempamer tingkah laku mereka yang sebenarnya melalui kenyataan dan perilaku kuku besi apabila rakyat tidak dibenarkan bersuara.

Alasan memecat dua orang Adun PKR dari menyuarakan pendirian tidak boleh diterima sama sekali oleh Lim Guan Eng  dan beranggapan tindakan tersebut adalah bersifat menikam dari belakang. Maka tindakan menghalang kebebasan  bersuara  dilakukan dengan tindakan.

Perkara yang amat pelik ialah, DAP menyuarakan pandangan satu ketika dahulu bahawa kebebasan bersuara itu adalah hak rakyat  menyatakan pendirian dana sistem demokrasi  negara ini. Tetapi setelah berkuasa DAP tidak dapat menerima  apa yang mereka sendiri laungkan.

Inilah sikap sebuah parti yang mengamalkan satu fahaman iaitu komunis. Komunis adalah satu fahaman dimana kuasa oemutus bukan ditentukan oleh rakyat akan tetapi ianya diputuskan oleh  siapa yang memerintah.

Rakyat hanya dianggap manuisa kelas bawahan yang tidak boleh menyuarakan apa juga bentuk pandangan dan juga  menentang atau membantah. Hukuman akan dijalankan apabila rakyat bertindak sedemikian.

Bagi pihak pemerintah pula yang berfahaman komunis, mereka boleh melakukan apa sahaja tanpa boleh dipertikaikan oleh mana mana pihak dikalangan  ahli mereka. Mereka ini berkuasa menggunakan apa juga kepentingan untuk diri mereka dan mereka juga boleh menidakkan kehendak orang bawahan mereka.

Jika mereka berkehendakkan sesuatu untuk kepentingan diri mereka , mereka akan menggunakan apa juga alasan untuk mendaptkannya, ini termasuk menggunakan kongsi gelap, kaki pukul, ancaman dan akhirnya melakukan penindasan dan kekejaman terhadap rakyat.

Merintih , melutut atau sujud lah  rakyat dikaki mereka namun  sebagai pengamal fahaman komunis mereka tidak akan meletakkan belas kasihan sebagai nilai kemanusian. DAP akan terus berkuasa melakukan apa yang mereka mahukan.

Janji manis itu pasti, pembohongan dan penipuan itu juga pasti. Pada kebiasaannya DAP akan menggunakan media yang berfahamana sama dalam menyebarkan dakyah mereka serta membohongi rakyat dengan kejadian yang sebenarnya.

Media antarabangsa kawalan Amerika seperti Newsweek, International Herald Tribune, Asia Wall Street Journal, Financial Times, Time, Far Eastern Economic Review, Asiaweek , Sarawak Report, Malaysiakini, Malaysiainsider  berbagai lagi lidah dusta Yahudi telah menjadi saluran hayat penting kepada penyebaran dakyah pembohongan dan maklumat palsu.

Berita sensasi sentiasa sahaja dicipta oleh agen berbayar untuk timbulkan keresahan dan ketidak puasan hati rakyat kepada pemerintah. Berita propaganda dan subversif menular bagaikan gelombang-tsunami wabak yang tidak lagi dapat disekat.

Fitnah bertebaran laju memasuki setiap rumah di seluruh dunia sehingga hancurnya negara negara Arab akibat fitnah yang dilakukan oleh yahudi melalui proksinya. Sama sahaja keadaannya apa yang berlaku di Indonesia dan Malaysia.

Media memainkan peranan penting dalam meningkatkan rasa ingin tahu rakyat berhubung pelbagai skandal melibatkan pemimpin kerajaan DAP. Malah, pada hari ini, masyarakat memilih membaca media independan seperti Malaysiakini dan MalaysianInsider berbanding Utusan Malaysia atau New Straits Times (NST) kerana mahu mengetahui berita fitnah yang dimuatkan daripada mengetahu maklumat sebenar.

Begitu juga fitnah yang dilakukan oleh pembangkang terutamanya DAP di Malaysia sekarang  kini sedang menyelinap masuk kedalam minda tidak kira apa status sekali pun sehingga tiada kebaikan langsung dilihat pada mata mereka.

Natijah yang sangat besar bila mempercayai fitnah pembangkang DAP akan mengakibatkan satu bentuk desakan dilancarkan atas nama fitnah.Pada kebiasaannya gelombang fitnah sebegini amat berkesan dan  menyebabkan  rakyat yang terhasut dengan fitnah itu akan bangun memberontak dengan berbekalkan dendam kesumat.

Pada kebiasaannya perhimpunan atau demontrasi tersebut dikenali sebagai  “reformasi” seterusnya dijadikan sebagai “kebangkitan rakyat” “hak bersuara” “menentang kezaliman dan penindasan” seterusnya akan menjadi “revolusi” dan akhirnya menumbangkan kerajaan.

Begitulah fasa demi fasa  perjalanan fitnah yang disebarkan sehingga tumbangnya sebuah kerajaan. Fasa fasa ini juga yang telah berlaku diserata negara Telok dan permusuhan diantara saudara seagama  sehingga mencetuskan pertumpahan darah.

Sekarang kerajaan Malaysia sedang menghadapi fitnah fitnah yang tidak masuk akal sehinggakan  media proksi yahudi Isreal ini serta beberapa pemimpin luar negara cuba masuk kedalam kancah politik Malaysia.

Mereka ini semuanya berpaksikan US Israel dan juga proksi yang ada di Malaysia. SUHAKAM serta pembangkang sendiri telah menggunakan media barat serta perundangan barat bagi mengaburi mata rakyat dan untuk membenarkan penipuan mereka.

Mereka sememangnya mengharapkan campurtangan barat dan menguwujudkan pemimpin proksi agar US dan yahudi mudah menguasai apa yang ada didalam negara ini. Justeru itu langkah konspirasi  sebagaimana dilakukan di negara Teluk dilancarkan tanpa henti.

Ramai Melayu yang sanggup mengorbankan diri untuk menghidupkan kebenaran fitnah dan  menentang kerajaan sendiri. Keamanan yang dinikmati sebelum ini, sejak puluhan tahun telah hancur musnah dalam sekelip mata,. Contoh terbaik apa yang sedang berlaku di Negara Telok.

Yahudi Israeal yang menjadi amalan DAP dalam agendanya menumpaskan dan memecahkan kelompok Islam  tersenyum lebar dan menunggu masa dan ketika untuk masuk dan memnopoli khazanah yang ada atas nama “pendamai”- Ketika ini apa yang dikatakan  oleh DS Najib bahawa Melayu akan menjadi bangsat telah pun  berlaku di Pulau Pinang.

Mungkinkah mereka akan datang ke sini selepas PRU13 atau PRU14 (2017) atau PRU15 (2025) nanti? Mereka akan masuk campur dalam isu isu dalaman Malaysia dengan syarat berlakunya demonstrasi besar-besaran  seperti di negara Arab diikuti huru hara.

Tidak dinafikan perkara melibatkan keselamatan dan pertahanan negara perlu dijaga. Sebagai contoh, strategi pertahanan negara tentulah tidak boleh didedah kepada umum. Namun, mendedahkan rasuah dan ketirisan dalam kerajaan DAP  bukanlah kelakuan mengancam keselamatan negara, malahi menyelamatkan negara dari pemimpin DAP yang rakus menjahanamkan negara dengan cara yang tidak bermoral

Perkara itu jelas melanggar prinsip asas demokrasi yang mendukung hak kebebasan maklumat dan sistem kerajaan terbuka. Sebuah negara yang diuar-uar sebagai demokratik seperti Malaysia patut memegang teguh prinsip asas itu, bukannya menggunakan seribu satu cara menghalang rakyat dari mengakses maklumat.

Tetapi DAP tidak perlukan semua itu, mereka akan menentang perkara yang berkaitan  dan menuding kepada apa yang menghalang  kehendak mereka. Kebebsan bermaklumat itu hanya diatas kertas untuk memancing undi dan sokongan semata mata.

Kegagalan DAP menetapkan kuasa kezaliman mereka adalah sati tindakan yang menyalahi prinsip komunis yang mana kuasa dan arahan hanya  diberikan oleh mereka dan bukan mereka menerima arahan. Ini fakta.. tidak boleh disangkal lagi.

Jika kita masih berdegil dan tidak mahu mengikuti “option” yang ditetapkan oleh yanhudi Israeal dan komunis yang dibawa oleh DAP keatas negara ini, maka bersedialah kita untuk menjadikan negara ini sasaran peluru dengan bantuan sekutu mereka terutama di Singapura yang mana kita ketahui adsalah proksi Israel dan juga apa yang berlaku keatas Iraq, Syria dimana rakyat sendiri digunakan untuk menjatuhkan kerajaan atas nama kebebasan bersuara dan hak hak asasi.

Tokoh penggerak ke arah itu sudah lama bersedia, kini sedang berusaha bersungguh-sungguh membangunkan pelbagai isu untuk memulakannya apa yang dinamakan “kebangkitan rakyat” sebagai medium untuk menghalalkan”revolusi” ciptaan US untuk menjajah negara yang tidak menyokong dasarnya

Yahudi Israel yang menjadi amalan DAP, kini sedang mengatur langkah langkah jitu untuk memperbodohkan rakyat Malaysia dengan  kepelbagaian cara . Dalam nyata pembohongan dan kezaliman dilakukan, namun masih ada Melayu yang  terus menyokong fahaman yahudi Israel sebgai  melepaskan dendam dan memudahkan setengah pihak hiduup dalam kesenangan wang ringgit.

Fokus pastilah membangkitkan rasa marah dan benci sebahagian rakyat terhadap kerajaan yang dilabel sebagai lemah, korup dan zalim. BERSIH 4 telah pun dilancarkan oleh proksi Yahudi Israel dengan slogan slogan kezaliman, lemah, korup sebagai slogan induk bagi menghasut rakyat dan terus menerus menyebarkan fitnah agar ianya kelihatan satu kebenaran.

Justeru itu, Rakyat terutama orang Melayu harus sedar tentang  bahayanya DAP ini bukan sekadar bahaya tahap  terendah, malahan jika benar mereka  ini berkuasa, tiada jalan pulang atau keluar  untuk kita kembali kejalan asalnya.

Penjajahan akan berlaku ratusan tahun lagi akibat kesilapan kita termakan janji manis DAP Israel ini mengaburi minda dan hati kita dengan perasaan dendam  melalui fitnah yang dicipta untuk  meruntuhkan satu tamadun Melayu di sebuah negara yang bernama “Tanah Melayu”

- RMF7.

Pengikut

Tajuk-Tajuk Menarik